| 0 komentar ]

Renungan Romadhon



Dari Imam Hasan Al-Banna

Ikhwan sekalian, saya pandang bahwa saya perlu mengingatkan masalah Ramadhan, karena kita berada diambang pintu ramadhan dan hampir menyibukkan diri dalam kewajiban-kewajiban kita didalamnya. Ramadhan adalah bulan barokah, rahmat, dan kebahagiaan. Betapa perlunya manusia merenung sejenak untuk bersiap-siap menyambutnya berikut kebaikan-kebaikan yang dikandungnya. Ia merupakan bulan yang dihormati dimasa jahiliah, dan ketika Islam datang semakin dihormati dan dimuliakan. Di bulan ini Allah menurunkan al’Quran sebagai petunjuk bagi manusia. Betapa perlunya kita menenangkan dan menyadarkan kita tentang hal Ramadhan sebelum menjumpainya.Ikhwan sekalian, allah SWT, menjadikan bulan ini sebagai bulan yang agung, memberikan keistimewaan yang banyak sekali kepadanya, serta menjadikannya sebagai salah satu fase kehidupan yang paling berharga dan salah satu stasiun perjalanan diatas jalan hidup yang lurus. Pada bulan ini seorang muslim mencurahkan sebagian besar perhatiannya kepada allah, akhirat, dan peningkatan ruhani sebelum peningkatan materi. Ia adalah bulan ruhani, bulan kebersihan jiwa, bulan munajat, serta waktu untuk menghadap kepada Allah, memohon pertolongan dari Yang Maha tinggi lagi Maha besar, dan menjalin hubungan dengan Al-Mala’ul A’la. Ia adalah bulan yang memiliki keistimewahan. “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al’Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barangsiapa diantara kalian hadir (dinegeri tempat tinggalnya) dibulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka ( wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur” (Al-Baqarah : 185) Ada pemancing perhatian yang indah dan kenikmatan yang luar biasa, yaitu dihubungkannya kandungan ayat ini dengan ayat yang lain. “Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada- Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”(Al-Baqarah: 186)Kemudian ayat ini dilanjutkan dengan ayat lain. Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian; mereka itu adalah pakaian bagi kalian dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. “ (Al-Baqarah: 187).Ayat mulia ini datang disela-sela hukum-hukum puasa. Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian. “(Al Baqarah: 183) Kemudian Dihalalkan pada malam hari bercampur dengan istri-istri kalian (Al-Baqarah ayat :187) Dengan serasi dan sempurna ayat ini berhubungan dengan ayat puasa. Kemudian diantara keduanya allah swt, mendatangkan ayat lain. Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepada mu tentang aku, maka jawablah, bahwasanya aku adalah dekat, aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada Ku. “Al-Baqarah : 186).Hakikat agung yang terkandung didalamnya adalah bahwa allah SWT mendorong kita untuk bermunajat dan memohon kepadaNya pada saat jiwa dalam keadaan paling dekat kepada Rabbnya agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”(Al-Baqarah : 186)Bulan Ramadhan adalah bulan permohonan, munajat, hidayah, dan petunjuk kebenaran. Hendaklah orang yang berpuasa mengembleng diri didalamnya dan menjauhkan dari urusan materi, agar kemanusiannya meningkat dan bersambung dengan Rabb-nya.Banyak hadits yang menarik manusia agar memperhatikan keutamaan bulan ini, ketinggian kedudukanya, kemuliaan hari-harinya, dan besarnya nilai

0 komentar

Posting Komentar